Jermaine Jenas, mantan pemain Tottenham Hotspur pada
periode 2005 hingga 2013, Minggu (14/2) memberikan komentarnya kepada BBC Sport
terkait kiprah Gareth Bale musim ini bersama The
Lilywhites. Melihat sejumlah penampilan Bale
musim ini kata Jenas, dengan berbagai situasi sebagai pemain pengganti memberi
gambaran pemain yang pernah mengecap nama sebagai pemain termahal di dunia ini
belum habis.
Saat melawan Machester City akhir pekan lalu, Bale sempat
memperlihatkan kemampuannya dalam menggiring bola melewati 3 pemain lawan yang
diakhiri dengan sebuah tembakan yang memaksa Ederson melakukan penyelamatan
ekstra.
Padahal saat itu, ia hanya menjadi cameo selama 18 menit.
Tak hanya itu, Jenas juga mengaku memperhatikan saat Bale kembali ke lini
tengah hingga turun ke wilayah pertahanan untuk menyemangati rekan-rekannya
agar tetap naik menyerang. Walau hanya sekilas, jelas terlihat Bale tertarik untuk
bertahan dan peduli dengan tim ini.
“ Setidaknya itulah yang saya harapkan dari Bale ketika
dia kembali ke Spurs dengan status pinjaman dari Real Madrid pada bulan
September, tetapi selama dia berada di sana, momen-momen seperti itu terlalu
sedikit dan jarang terjadi,” ungkapnya.
“ Seperti yang kita lihat di Etihad Stadium, dia masih
memiliki bakat yang luar biasa. Anda hanya perlu mendukung, mendorong dan
membuatnya bermain sepak bola seperti yang dilakukannya untuk Wales. Saya
berharap itu bisa terjadi di Spurs, tetapi mungkin hanya Bale yang tahu apakah
itu akan terjadi,” tandas Jenas.
“ Apa yang harus dia tunjukkan sekarang adalah lebih dari
rasa lapar akan prestasi. Tanpanya, karier luar biasa Bale terancam berakhir
dengan sedikit rengekan. Dan talenta
hebatnya pantas mendapatkan yang jauh lebih baik dari apa yang kita lihat
sekarang ini,” tekan pemain yang juga pernah memperkuat Queens Park Rangers itu.
Bermasalah dengan Morinho?
Meski tanpa mengetahui detail lengkapnya, terlihat jelas
ada masalah antara Bale dan manajernya Jose Mourinho setelah melihat apa yang
terjadi pekan lalu.
Hal ini juga terlihat jelas pada sang manajer yang
berbicara tentang postingan media pemain
binaannya, dan menjelaskan bahwa itu tidak benar (dalam hal ini Mourinho
menanggapi ketika Bale mengatakan di Instagram bahwa dia menjalani sesi latihan
yang baik sebelum absen dalam kekalahan tengah pekan Tottenham di Piala FA oleh
Everton).
Bale yang mungkin diharapkan oleh Mourinho dan pendukung
Spurs ketika dia menandatangani kontrak pada bulan September belum mampu
menjawab sesuai ekspektasi. Dari sudut
pandang pemain, dia mungkin tidak setuju dengan taktik Mourinho atau cara
pelatih asal Portugal itu mengaturnya.
Jadi, apa yang terjadi selanjutnya? Apa yang terlihat
dari Bale pada hari Sabtu merupakan tanda bahwa dia dan Jose dapat
menyelesaikan perbedaan mereka, dan Bale dapat memulai lebih banyak
pertandingan. Atau, apakah semuanya akan berantakan lagi, dan kita
akhirnya melihat Bale lebih sedikit tampil daripada sebelumnya?
“ Kami akan mencari tahu dalam beberapa minggu ke depan,”
ucapnya.
Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah Sebuah Hinaan
“ Saya telah melihat banyak hal ketika Bale menjadi pemain pengganti ketiga dan terakhir
Mourinho, ketika Spurs sudah tertinggal 3-0, tetapi Anda hanya dapat
berspekulasi tentang proses pemikiran manajer Tottenham saat itu,” kata Jenas
lagi.
Jika hubungan mereka benar-benar putus, maka mungkin
Mourinho tahu timnya sangat lelah dan mereka memiliki jadwal sibuk, jadi Bale
dan Dele Alli yang juga tidak disukai hanya tampil karena menurutnya permainan
telah berakhir. Sehingga Mourinho menempatkan dua pemain yang mungkin tidak
akan banyak memberikan dampak pada hasil pertandingan.
“ Saya tidak percaya itu. Secara pribadi, saya pikir dia
membuat perubahan berdasarkan apa yang terjadi dalam permainan dan itu tidak
ada hubungannya dengan posisi Bale dalam urutan kekuasaan.
Misalnya, ketika dia memasukkan Moussa Sissoko pada babak
pertama, skornya 1-0 dan Mourinho mungkin berpikir hanya perlu bertahan dalam
permainan ini.
Menjadi pemain pengganti ketiga bukanlah penghinaan bagi
Bale. Terkecuali jika Morinho membiarkan
dia tetap di bangku cadangan atau keluar dari skuad sepenuhnya,” sambung Jenas.
Waktunya bermain mengatasi rasa sakit?
“ Seperti yang saya katakan pada Friday Football Social
on 5 Live minggu lalu, jika orang berharap untuk melihat Gareth Bale yang sama
saat saya berada di Spurs bersamanya, mereka bodoh.
Menit bermain bukan masalahnya, karena betapa sedikitnya
menit dia tampil untuk Real dalam beberapa musim terakhirnya, tetapi pada saat
yang sama hampir tidak membantu karena dia sudah lama tidak bermain secara
teratur. Dia sekarang berusia 31 tahun, dia mengalami cedera dan dia adalah
pemain yang berbeda dengan orang yang mencabik-cabik tim di zaman saya.
Pada dasarnya saya ingin dia mengatakan, 'Spurs
menempatkan saya di panggung dunia. Sekarang saya akan membawa semua pengalaman
itu kembali ke klub yang saya cintai ini, dan menunjukkan kepada Anda bagaimana
hal itu dilakukan '.
Itu masih bisa terjadi, karena Spurs masih memiliki
banyak kesempatan musim ini, dalam perebutan empat besar serta final
Piala Carabao dan berusaha memenangkan Liga Europa.
Jika dia menunjukkan semangat juang tinggi sebagaimana
saat bermain melawan City, meskipun saat itu tahu sudah kalah, Bale masih bisa
membuat kehadirannya diperhitungkan.
Serangkaian permainan bisa membuat perbedaan
Penggemar Spurs pasti telah menonton Bale pada hari Sabtu
dan berpikir 'tim harus lebih sering menggunakannya' tetapi kembali pada
keadaan sang pemain.
“ Saya tahu ketika saya bermain dengannya di Spurs di
bawah Harry Redknapp, dia adalah salah satu pemain yang rentan cedera. Namun
Harry biasa mengabaikannya dan berkata bermainlah hingga mencapai batasmu. Saya rasa Jose perlu
melakukan hal serupa sekarang.
Mudah-mudahan apa yang kami lihat di Etihad bisa menjadi
awal dari kebangkitannya di Spurs, karena saya pikir dia masih memiliki
kemampuan untuk tim ini,” pungkasnya. (artsport/
bbc.com)